Tulungagung — Kebijakan “Bebas Pekerjaan Rumah” yang diberlakukan MTs Aswaja Tunggangri sejak lebih dari satu tahun lalu kini mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Kepala Madrasah, Bapak Muhammad Farid Mawardi, M.Pd.I, menegaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai langkah untuk menciptakan suasana belajar yang lebih efektif, sehat, dan berimbang bagi peserta didik.
Menurut beliau, penerapan bebas PR bukan berarti siswa terbebas dari tanggung jawab belajar, tetapi justru memindahkan proses pengerjaan tugas sepenuhnya ke dalam jam pelajaran di madrasah. Dengan begitu, guru dapat memantau langsung proses pengerjaan, memberikan arahan, dan membetulkan kesalahan saat itu juga.
“Anak-anak lebih fokus, tidak menunda-nunda tugas, dan langsung mendapatkan bimbingan yang tepat,” jelasnya.
Secara akademik, dampak positif mulai terlihat dari meningkatnya kualitas hasil belajar. Nilai rata-rata siswa pada beberapa mata pelajaran mengalami kenaikan, dan mereka lebih percaya diri saat menghadapi ujian. Proses diskusi di kelas juga menjadi lebih aktif karena siswa terbiasa mengerjakan dan membahas tugas secara berkelompok.
Dari sisi non-akademik, kebijakan ini membuat siswa memiliki lebih banyak waktu di rumah untuk beristirahat, berinteraksi dengan keluarga, mengikuti organisasi IPNU/IPPNUserta mengembangkan minat dan bakat. Banyak siswa kini lebih aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, olahraga, seni tilawah, hingga organisasi OSIM.
“Kami ingin anak-anak berkembang secara seimbang, tidak hanya pintar di kelas tetapi juga terampil dan berkarakter,” tambah Bapak Farid.
Orang tua pun merasakan manfaatnya. Mereka mengaku anak menjadi lebih rileks di rumah, tidak terbebani tumpukan PR, dan memiliki waktu yang cukup untuk istirahat. Guru juga merasa terbantu karena proses evaluasi tugas lebih cepat dan kualitas pekerjaan siswa lebih baik.
Dengan hasil positif ini, MTs Aswaja Tunggangri berkomitmen untuk mempertahankan kebijakan bebas PR sambil terus melakukan inovasi pembelajaran. Harapannya, siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Kontributor: Ahmad Fiki Samsun Ni’am

One thought on “Bebaskan Pelajar dari PR, Begini Tanggapan Kepala MTs Aswaja Tunggangri”