Tulungagung — Pendidikan Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (PGTPQ) An Nahdliyah Sumbergempol menggelar Orientasi Mahasiswa Baru (ORMABA) Tahun Akademik 2026/2027, Ahad (4/10/2026), bertempat di MI Bendiljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung.
Kegiatan yang menjadi agenda akademik awal sebelum dimulainya perkuliahan tersebut diikuti seluruh mahasiswa baru PGTPQ An Nahdliyah Sumbergempol. ORMABA diselenggarakan untuk memberikan pemahaman awal mengenai arah pendidikan, sistem pembelajaran, kurikulum, kompetensi lulusan, serta pengembangan profesional pendidik Al-Qur’an melalui PGTPQ An Nahdliyah.
Acara diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan sambutan Direktur PGTPQ An Nahdliyah Sumbergempol, Ust. Hisbunnashor, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program PGTPQ di Sumbergempol cukup tinggi.
Pada Tahun Akademik 2026/2027, PGTPQ An Nahdliyah Sumbergempol diikuti sebanyak 120 mahasiswa yang terbagi dalam empat kelas, yakni dua kelas Program 1 Tahun dan dua kelas Program 2 Tahun. Menurut Hisbunnashor, peserta Program 1 Tahun didominasi oleh ustadz dan ustadzah TPQ serta Madrasah Diniyah (Madin) dari berbagai desa di Kecamatan Sumbergempol. Keikutsertaan mereka diharapkan tidak sekadar untuk mengikuti pendidikan formal, tetapi menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidik Al-Qur’an di masing-masing lembaga.
Ketua MWCNU Turut Menjadi Mahasiswa
Hal menarik dalam pelaksanaan PGTPQ tahun ini adalah keikutsertaan Ketua Tanfidziyah MWCNU Sumbergempol, KH. Misnan, sebagai mahasiswa Program 1 Tahun. Keikutsertaan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kompetensi ustadz dan ustadzah TPQ serta Madin. Sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Sumbergempol, KH. Misnan ingin memberikan keteladanan bahwa peningkatan kapasitas dan kompetensi tidak mengenal usia maupun jabatan. Komitmen tersebut tidak berhenti pada dirinya sendiri. Ia juga mengajak istri dan kedua putra-putrinya untuk mengikuti Program PGTPQ An Nahdliyah Tahun Akademik 2026/2027. Selain mengemban amanah sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Sumbergempol, KH. Misnan juga merupakan Kepala Madrasah Diniyah Salafiyah Nurul Hidayah, Desa Sambirobyong, yang berada dalam satu lingkungan dengan TPQ Nurul Hidayah.

Dari lembaga yang dipimpinnya, sebanyak 21 ustadz dan ustadzah TPQ dan Madin pada tahun ini mengikuti PGTPQ An Nahdliyah Program 1 Tahun. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengelola TPQ dan Madin lainnya bahwa peningkatan mutu lembaga pendidikan Al-Qur’an harus diawali dengan peningkatan kualitas dan kompetensi para pendidiknya.
Program Peningkatan SDM Pendidik Al-Qur’an
Sementara itu, Ketua MWC LP Ma’arif NU Sumbergempol, K. Imam Turmudzi, M.Pd.I., dalam sambutannya menjelaskan bahwa PGTPQ merupakan salah satu program pengembangan pendidikan Al-Qur’an yang digagas PC LP Ma’arif NU Tulungagung dan telah berjalan sejak tahun 2016. Ia mengajak para ustadz dan ustadzah TPQ di Kecamatan Sumbergempol untuk memanfaatkan keberadaan PGTPQ sebagai ruang peningkatan kapasitas diri sekaligus penguatan kualitas lembaga. Menurutnya, kemajuan TPQ tidak cukup hanya ditopang oleh jumlah santri dan tersedianya sarana pendidikan. Kualitas sumber daya manusia, terutama kompetensi guru Al-Qur’an, menjadi unsur penting dalam menentukan mutu proses pembelajaran. Karena itu, keberadaan PGTPQ An Nahdliyah diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pendidik, baik dalam penguasaan materi Al-Qur’an, metodologi pembelajaran maupun pengelolaan lembaga pendidikan Al-Qur’an.
MWCNU Sumbergempol Berikan Dukungan
Apresiasi terhadap penyelenggaraan PGTPQ juga disampaikan Ketua Tanfidziyah MWCNU Sumbergempol, KH. Misnan. Ia mengapresiasi MWC LP Ma’arif NU Sumbergempol yang terus mendorong terlaksananya program pendidikan dan peningkatan kompetensi bagi para pendidik Al-Qur’an.
Menurutnya, PGTPQ memiliki posisi strategis dalam meningkatkan kualitas ustadz dan ustadzah yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan keagamaan di tengah masyarakat. Dukungan terhadap program tersebut diwujudkannya secara langsung dengan menjadi mahasiswa PGTPQ. Langkah itu sekaligus menjadi ajakan kepada para pendidik TPQ dan Madin agar tidak berhenti belajar dan terus meningkatkan kapasitas keilmuan serta profesionalitasnya.
Rangkaian pembukaan ORMABA kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Wakil Rais Syuriyah MWCNU Sumbergempol, Kyai Daim.
ORMABA Bekali Mahasiswa Memahami Arah Pendidikan PGTPQ
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi utama Orientasi Mahasiswa Baru PGTPQ An Nahdliyah Sumbergempol Tahun Akademik 2026/2027. Materi orientasi disampaikan Dr. Suminto, M.Pd.I., selaku Koordinator PGTPQ Kabupaten Tulungagung sekaligus Sekretaris PC LP Ma’arif NU Tulungagung.
Dalam pemaparannya, Suminto menjelaskan bahwa ORMABA tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial untuk menyambut mahasiswa baru, tetapi menjadi proses awal untuk membangun kesamaan pemahaman mengenai arah dan sistem pendidikan di PGTPQ An Nahdliyah.
“ORMABA diarahkan agar mahasiswa memahami arah pendidikan, pola pembelajaran, kurikulum, tuntutan kompetensi, serta pilihan pengembangan yang tersedia dalam Program PGTPQ An Nahdliyah,” jelasnya.
Dengan pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengikuti seluruh proses pendidikan secara terarah dan menjadikan PGTPQ sebagai ruang untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik Al-Qur’an.
Ia menegaskan bahwa proses pendidikan PGTPQ diarahkan untuk mewujudkan visi lembaga, yaitu menghasilkan tenaga pendidik Al-Qur’an yang kompeten di bidang materi, metodologi pembelajaran, dan manajemen pendidikan Al-Qur’an metode An Nahdliyah yang berwawasan Ahlus Sunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
Dari Peningkatan Kompetensi Menuju Penguatan Lembaga
Melalui ORMABA tersebut, mahasiswa baru juga memperoleh gambaran bahwa pendidikan di PGTPQ tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan individual seorang guru Al-Qur’an. Lebih dari itu, kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat ditransformasikan dalam pengelolaan dan pengembangan TPQ maupun Madin di lingkungan masing-masing.
Penguasaan materi, kemampuan menerapkan metodologi pembelajaran Al-Qur’an, serta kecakapan dalam manajemen pendidikan menjadi tiga unsur penting yang dikembangkan secara terpadu. Dengan demikian, lulusan PGTPQ An Nahdliyah diharapkan tidak hanya mampu mengajar Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga mampu mendidik, mengelola pembelajaran, serta ikut mengembangkan lembaga pendidikan Al-Qur’an secara profesional dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Ahlus Sunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
Pelaksanaan ORMABA Tahun Akademik 2026/2027 sekaligus menandai dimulainya proses akademik mahasiswa baru PGTPQ An Nahdliyah Sumbergempol. Antusiasme 120 mahasiswa, termasuk keterlibatan para pengurus NU serta puluhan pendidik TPQ dan Madin, menunjukkan semakin kuatnya kesadaran bahwa peningkatan kualitas pendidikan Al-Qur’an harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi para pendidiknya.
