Menggemakan Adzan, Melantukan Al-Qur’an dan Menjaga Hafalan: Cara Ma’arif Tulungagung Rayakan Harlah ke-97

TULUNGAGUNG – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-97 Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU), PC LP Ma’arif NU Tulungagung menggelar kegiatan Gema Santri Ma’arif bertema “Menggemakan Adzan, Melantunkan Al-Qur’an, Menjaga Hafalan”. Kegiatan dipusatkan di Masjid UIN Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung, Minggu (20/9/2026).

Ratusan santri dan pelajar dari berbagai lembaga pendidikan Ma’arif se-Kabupaten Tulungagung antusias mengikuti kegiatan tersebut. Gema Santri Ma’arif tidak hanya menjadi ajang peringatan Harlah, tetapi juga wadah pembinaan potensi generasi muda di bidang keagamaan.

Rangkaian Pembukaan Penuh Khidmat

Acara diawali dengan pembukaan resmi. Ketua Pelaksana, Ustadz Saikhu Ihsan, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta, pendamping, dewan juri, dan tamu undangan. Ia mengapresiasi partisipasi aktif semua pihak yang telah mendukung suksesnya acara.

“Kegiatan ini adalah ikhtiar kita bersama untuk membumikan Al-Qur’an di kalangan pelajar. Terima kasih atas kebersamaan dan dukungan semua pihak,” ujarnya.

Selanjutnya, Ketua LP Ma’arif NU Tulungagung, Dr. Ahmad Supriyadi, M.Pd.I., menegaskan bahwa perlombaan ini harus dimaknai lebih dari sekadar kompetisi.

“Ikuti lomba dengan semangat, junjung tinggi sportivitas. Jadikan momentum Harlah ke-97 ini sebagai sarana mengasah potensi dan memperkuat karakter religius, berilmu dan berakhlak mulia,” pesannya.

Rangkaian acara pembukaan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kyai Sumardi Tohir, salah seorang pejuang awal TPQ Metode An-Nahdliyah. Doa yang dipanjatkan secara khusyuk tersebut menjadi penanda dimulainya seluruh rangkaian perlombaan, sekaligus memohon keberkahan dan kelancaran kegiatan Harlah ke-97 LP Ma’arif NU.

Tiga Cabang Lomba Semarakkan Syiar

Usai pembukaan, perlombaan langsung digelar dalam tiga cabang, yakni Tahfidz Al-Qur’an, Tartil Al-Qur’an, dan Adzan.

Cabang tahfidz menjadi ajang unjuk kemampuan peserta dalam menjaga hafalan Al-Qur’an dengan kefasihan dan ketepatan. Pada cabang tartil, peserta dinilai kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil sesuai kaidah tajwid, makhraj, dan lagu. Adapun cabang adzan menguji ketepatan lafal, irama, dan penghayatan dalam mengumandangkan panggilan salat.

Ketiga cabang tersebut dinilai selaras dengan tema yang diusung, yakni menggemakan syiar Islam melalui adzan, melantunkan ayat suci Al-Qur’an, serta menjaga hafalan sebagai fondasi pembentukan generasi Qur’ani.

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat tersebut diharapkan menjadi agenda berkelanjutan LP Ma’arif NU dalam mencetak generasi berilmu, berakhlak mulia, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah.

One thought on “Menggemakan Adzan, Melantukan Al-Qur’an dan Menjaga Hafalan: Cara Ma’arif Tulungagung Rayakan Harlah ke-97”

  1. Selamat Hari Lahir Ke-97 LP. Ma’arif NU, Semoga senantiasa selalu “manfangati lan mbarokahi” untuk seluruh generasi Nahdliyin. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *