Gerakan perbaharui status kesehatan di kalangan pelajar mungkin masih asing di telinga. Melalui kerjasama Puskesmas dengan satuan pendidikan menjadi sebuah gebrakan baru. Bukan hanya buku atau sepatu baru, sekarang status kesehatan pun juga ikut diperbaharui.
Petugas UPT Puskesmas Banjarejo datang tepat waktu sesuai dengan undangan yang dikirimkan dua hari sebelumnya. MINUTI atau MI NU Tarbiyatul Islamiyah pun semangat menyambut kedatangan para petugas kesehatan. Kami siap menyukseskan salah satu program dari pemerintah ini.
Kami memilih ruang kelas 1-B sebagai tempat pelaksanaan cek kesehatan gratis. Pemeriksaan mulai dari kebersihan telinga, kadar gula darah, tekanan darah, gigi, sampai kesehatan mata. Target pemeriksaan mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 MINUTI. Bapak ibu guru pun juga tidak melewatkan kesempatan cek kesehatan gratis ini.
Salah satu tradisi dari madrasah kami adalah dimulai dari kelas paling kecil. Artinya, siswa-siswi kelas 1 mendapatkan giliran pertama. Perasaan antusias dan takut terlihat jelas pada wajah mereka. Sudah pasti mereka takut apabila harus bertemu jarum suntik. Ada perangkat medis untuk cek gula darah, dan itu pun tidak memberi efek sakit yang signifikan.
Kami sebagai guru pendamping pun dapat melihat, dari semua kelas yang ikut serta, kelas bawah lah yang paling antusias. Semakin tinggi kelas, rasa takut untuk cek kesehatan semakin tinggi. Apakah konsepsi jarum suntik tajam, atau alasan lain, hanya mereka yang tahu jawabannya.
Tepat sebelum bel istirahat berbunyi, semua pemeriksaan sudah selesai. Sebagai bentuk apresiasi dan mengenang momen baru ini, kami dan petugas kesehatan juga menyempatkan waktu foto bersama. Senyum jelas terukir pada wajah kami semua, karena telah suskes melaksanakan agenda hari ini. (Kamis, 7 Agustus 2025)
Kontributor: Rezania Ulin Nuha
