Ahad, 26 Oktober 2025 menjadi hari bersejarah bagi keluarga besar TPQ AN NAHDLIYAH se-Indonesia. Bertempat di UIN Raden Mas Said Surakarta, ratusan perwakilan Majelis Pembina (Mabin) dari 38 daerah di seluruh Indonesia hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Majelis Pembina TPQ AN NAHDLIYAH Tahun 2025. Acara berlangsung penuh khidmat dan semangat persaudaraan dalam bingkai perjuangan dakwah Al-Qur’an.
Kegiatan dimulai dengan pembukaan resmi dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan Mars AN NAHDLIYAH yang menggema di aula utama kampus. Raut wajah para peserta tampak penuh kebanggaan dan semangat kebersamaan. Suasana menjadi semakin hangat ketika Ust. Jarir Idris, S.Sos., selaku Ketua Mabin Solo Raya, memberikan sambutan pembuka. Ia menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh Mabin dari penjuru Nusantara, sembari menuturkan rasa syukur karena Mabin Solo Raya yang masih muda dipercaya menjadi tuan rumah pertama pelaksanaan Rakornas.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dr. KH. Bagus Ahmadi, M.Sy., M.Pd., Ketua PCNU Tulungagung sekaligus Owner Mabin Pusat AN NAHDLIYAH. Beliau menegaskan bahwa Rakornas ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, menyatukan visi, serta meneguhkan semangat membumikan metode An Nahdliyah di seluruh tanah air. “Kami bangga dan bersyukur, perjuangan panjang An Nahdliyah kini menembus ruang nasional dan terus berkembang di hati para pegiat Al-Qur’an,” ujarnya penuh harap.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. Dr. Toto Suharto, S.Ag., M.Ag., menyampaikan pandangan akademiknya yang menggugah. Beliau menyoroti hasil riset bahwa 71 persen mahasiswa di perguruan tinggi belum lancar membaca Al-Qur’an, meski banyak metode telah berkembang. Karena itu, ia mengajak seluruh penggerak An Nahdliyah untuk terus berinovasi dan membuka diri terhadap digitalisasi.
“Metode An Nahdliyah harus adaptif dan kreatif dalam menjawab tantangan zaman, termasuk dengan hadir melalui aplikasi dan media sosial agar mudah diakses masyarakat luas,” tegasnya.
Sambutan hangat juga datang dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Gus Taj Yasin Maimoen, yang turut hadir secara virtual melalui Zoom Meeting. Dalam pesannya, beliau mengapresiasi terselenggaranya Rakornas ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat pendidikan Al-Qur’an di Jawa Tengah dan Indonesia. Gus Yasin menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan Islam dalam mengembangkan metode pembelajaran yang modern tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi ke-NU-an. Tepat pukul 10.52 WIB, beliau secara resmi membuka Rakornas Mabin AN NAHDLIYAH 2025.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Sumardi Thohir, sesepuh sekaligus tim pengembang metode An Nahdliyah. Seluruh peserta menundukkan kepala khusyuk, memohon agar Rakornas ini membawa keberkahan dan menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan Al-Qur’an di Nusantara. Suasana haru dan penuh syukur mengiringi bacaan hamdallah sebagai penutup, menandai tekad baru untuk terus menyalakan cahaya Al-Qur’an dari kampus, pesantren, hingga pelosok negeri.
Kontributor : Ali Mas’ud, S.Pd.I
Metode An-Nahdliyah: Semangat, Disiplin, Istiqomah, Semoga Mendapat Ilmu Manfaat dan Barokah! Amin
