Aktivis Ma’arif NU Tulungagung Wakafkan Hak Kekayaan Intelektual Hasil Disertasi kepada PC LP Ma’arif NU Tulungagung

Tulungagung, 3 Agustus 2026 – Kabar membanggakan datang dari keluarga besar LP Ma’arif NU Kabupaten Tulungagung. Salah satu aktivis Ma’arif NU Tulungagung, Izzatul Amalina, mahasiswi S-3 program Studi Islam berhasil mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka Program Doktor di Gedung Pascasarjana Lantai 5 UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Senin (3/8).

Dalam sidang promosi doktor tersebut, Izzatul Amalina mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “Model Pengembangan Modul dan Media Pembelajaran Al-Qur’an dalam Meningkatkan Kualitas Pengajaran Al-Qur’an di Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Tulungagung.” Penelitian ini menghasilkan inovasi pengembangan Metode An-Nahdliyah ke dalam bentuk aplikasi digital yang dilengkapi dengan modul dan media pembelajaran interaktif sebagai upaya menjawab tantangan pembelajaran Al-Qur’an di era digital.

Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan lembaga pendidikan Ma’arif NU, memudahkan guru dalam menyampaikan materi, sekaligus meningkatkan efektivitas dan minat belajar peserta didik melalui pemanfaatan teknologi yang tetap berlandaskan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah.

 

Sebagai bentuk pengabdian kepada organisasi, Izzatul Amalina menyatakan mewakafkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas hasil pengembangan aplikasi yang lahir dari disertasinya kepada PC LP Ma’arif NU Kabupaten Tulungagung. Wakaf HKI tersebut merupakan komitmen agar hasil riset tidak berhenti sebagai karya akademik, melainkan dapat dimanfaatkan secara luas untuk kemajuan pendidikan Ma’arif NU.

 

Menurutnya, wakaf HKI ini menjadi bentuk kontribusi nyata akademisi kepada organisasi yang telah menjadi ruang pengabdian dan pengembangan diri. Dengan pengelolaan oleh PC LP Ma’arif NU Tulungagung, aplikasi pembelajaran Al-Qur’an berbasis Metode An-Nahdliyah diharapkan dapat diimplementasikan secara bertahap di seluruh satuan pendidikan Ma’arif NU, khususnya di Kabupaten Tulungagung, dan berpotensi dikembangkan pada tingkat yang lebih luas.

 

 

Ketua PC LP Ma’arif NU Kabupaten Tulungagung Ahmad Supriyadi menyampaikan apresiasi atas capaian akademik sekaligus dedikasi Izzatul Amalina. Menurutnya, wakaf HKI merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem inovasi di lingkungan Ma’arif NU. Hasil penelitian yang telah memperoleh legitimasi akademik ini diharapkan menjadi salah satu fondasi transformasi digital pembelajaran Al-Qur’an berbasis Metode An-Nahdliyah.

Momentum tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara dunia akademik dan organisasi mampu melahirkan inovasi yang berdampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan. Disertasi yang dikembangkan menjadi aplikasi pembelajaran Al-Qur’an tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga menjadi investasi intelektual yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mencetak generasi Qur’ani di lingkungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *