(Berita Resmi Pembukaan Festival Santri TPQ An Nahdliyah 2025)
Festival Santri TPQ An Nahdliyah 2025 secara resmi dibuka pada Ahad, 23 November 2025 di Masjid Agung Al-Munawwar Tulungagung. Acara yang berlangsung sejak pagi ini menjadi titik temu penting bagi ratusan santri, guru, serta tokoh-tokoh pendidikan Al-Qur’an Metode An Nahdliyah di Kabupaten Tulungagung. Dengan suasana masjid yang khidmat, pembukaan festival berlangsung penuh antusias dan sarat pesan pembinaan generasi Qur’ani.
Acara dihadiri oleh Kepala Kemenag Kab. Tulungagung Mohamad Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd.I; Ketua PCNU Tulungagung Dr. KH. Bagus Ahmadi, M.Sy., M.Pd.; Dewan Pembina LPTQ Kab. Tulungagung Kyai Dzumar, S.Ag.; Ketua LPTQ Kab. Tulungagung H. Kozin, M.Pd.I; Dewan Pembina TPQ An Nahdliyah Kyai Sumardi Thohir; Ketua PC LP Ma’arif NU Tulungagung Dr. Supriyadi, M.Pd.I beserta jajaran pengurus; Ketua MWC LP Ma’arif NU se-Kab Tulungagung (19 Kecamatan), Santri peserta dan officialnya.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Nadia Zahrotul Amalia dari TPQ An-Nahdliyah Tarbiatus Sibyan, Desa Tanjung, Kecamatan Kalidawir. Suara merdunya menjadi pembuka yang menggugah, memberikan nuansa spiritual sekaligus mengawali kegiatan dengan penuh keberkahan. Setelah itu, seluruh tamu undangan dan peserta bersama-sama menyanyikan Indonesia Raya, Mars Subhanul Wathan, dan Mars An Nahdliyah sebagai bentuk penghormatan dan peneguhan komitmen kebangsaan serta tradisi pesantren.
Dalam sambutannya, Ketua PC LP Ma’arif NU Tulungagung, Dr. Supriyadi, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran 19 MWC LP Ma’arif NU se-Kabupaten Tulungagung atas dukungan terhadap penyelenggaraan festival. Beliau menegaskan bahwa Festival Santri ini merupakan bukti komitmen bahwa santri An Nahdliyah tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengasah keterampilan di berbagai bidang. Bahkan, cabang Tahfidzul Qur’an lagu Nahawand diikuti oleh dua santri tunanetra dari Kalidawir dan Sumbergempol, yang menjadi simbol tekad dan semangat tanpa batas.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Tulungagung, Mohamad Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd.I, dalam sambutannya menekankan bahwa setiap muslim wajib mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Ia mengajak seluruh santri untuk terus meningkatkan kemampuan tilawah, memahami makna, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya kehidupan. Beliau berharap Festival Santri ini dapat melahirkan generasi Qur’ani yang unggul, sekaligus pejuang Al-Qur’an yang mampu memberikan warna positif di tengah masyarakat.
Momentum penting terjadi ketika Owner Mabin Pusat, Dr. KH. Bagus Ahmadi, M.Sy., M.Pd., memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Festival Santri An Nahdliyah 2025 tepat pada pukul 09.17 WIB. Beliau menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan perkembangan Metode An-Nahdliyah di Tulungagung dan daerah sekitarnya. Dalam pesannya, beliau mengajak seluruh santri untuk bangga menjadi bagian dari Ahlul Qur’an, sekaligus memperkuat diri dalam tiga pilar: agama, karakter, dan ekonomi.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Kyai Sumardi Thohir, sesepuh dan anggota Tim Pengembang An-Nahdliyah. Suasana yang teduh dan penuh kekhusyukan menjadi peneguh harapan agar seluruh rangkaian festival berjalan lancar dan membawa manfaat bagi semua. Doa tersebut juga menjadi simbol bahwa perjalanan pembinaan santri tidak hanya mengandalkan usaha, tetapi juga memohon keberkahan dari Allah SWT.
Kegiatan pembukaan Festival Santri TPQ An Nahdliyah 2025 ditutup dengan bacaan hamdalah oleh seluruh hadirin. Festival ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara ulama, pemerintah, pengurus TPQ, dan masyarakat mampu melahirkan momentum edukatif-religius yang berkesan. Lebih dari itu, acara ini menegaskan kembali pentingnya menyiapkan generasi Qur’ani yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan zaman.
Kontributor: Ali Mas’ud, S.Pd.I
Metode An Nahdliyah: Semangat, Disiplin, Istiqomah, Semoga Mendapat Ilmu Manfaat dan Barokah! Amin
