SD Negeri 3 Puyung, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, menjadi tuan rumah pelaksanaan Diklat Guru Madin dan TPQ dengan Metode An Nahdliyah pada Ahad, 18 Januari 2026. Pelatihan ini diikuti oleh sejumlah 43 peserta yang datang dari berbagai lembaga keagamaan di wilayah Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek hingga Kabupaten Ponorogo sebagai bagian dari ikhtiar peningkatan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di tingkat akar rumput.
Kegiatan dimulai dengan registrasi pada pukul 07.30 WIB dan pembukaan pada pukul 08.15 WIB oleh pembawa acara, Ust. Ahru Wudiono, S.Pd.I yang mengajak hadirin membaca surat Al-Fatihah agar kegiatan berlangsung penuh keberkahan. Sambutan pertama disampaikan oleh ketua panitia, Ust. M. Sihabuddin, S.Pd.I yang berharap agar pelatihan singkat tersebut dapat memberi dampak nyata bagi para peserta dalam memperkuat kompetensi mengajar Al-Qur’an.
Sambutan berikutnya disampaikan perwakilan PC LP Ma’arif NU Tulungagung sekaligus Mabin Pusat An Nahdliyah, Ust. Ali Mas’ud, S.Pd.I. Dalam keterangannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih dan kegembiraannya dapat membersamai ustadz ustadzah serta calon pendidik Al-Qur’an Kecamatan Pule dan sekitarnya dalam mempelajari sistematika pembelajaran Metode An Nahdliyah yang lahir dari Tulungagung. Menurutnya, metode ini perlu dikembangkan secara lebih luas agar generasi santri tidak kehilangan orientasi dalam belajar Al-Qur’an sesuai tradisi Nahdlatul Ulama.
Pada pukul 09.06 WIB kegiatan secara resmi dibuka oleh Ust. Ali Mas’ud, S.Pd.I dan dilanjutkan dengan doa penutup pembukaan oleh Kiai Sumadi agar pelaksanaan Diklat berjalan lancar. Setelah itu materi inti berlangsung dengan penyampaian bergantian oleh dua pemateri, yaitu: Ust. Imam Ghozali, M.Pd.I, Ust. Ali Mas’ud, S.Pd.I dibantu Ust. Fathul Arafat, M.Pd.I. Para pemateri menjelaskan sistematika Metode An Nahdliyah yang terdiri dari enam jilid pembelajaran sesuai jenjang kemampuan santriwan santriwati di masing-masing TPQ.

Setelah istirahat pada pukul 11.30 – 12.30 WIB untuk ishoma (istirahat, shalat, dan makan), kegiatan dilanjutkan kembali. Peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian materi hingga sesi praktik dan simulasi mengajar. Diskusi-diskusi ringan di sela kegiatan juga turut mewarnai suasana kegiatan yang berlangsung kondusif dan dinamis.
Diklat berakhir pada pukul 16.30 WIB dan ditutup dengan ramah tamah. Kegiatan ini dipandang mampu memberikan motivasi baru bagi para calon pendidik Al-Qur’an dalam memperkuat peran keagamaan dan literasi Qur’ani di lembaga masing-masing sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan Islam di tingkat lokal.
Kontributor : Ali Mas’ud, S.Pd.I
Metode An-Nahdliyah: Semangat, Disiplin, Istiqomah, Semoga Mendapat Ilmu Manfaat dan Barokah! Amin
