PC LP Ma’arif NU Tulungagung Berlakukan Kebijakan Integrasi Pembelajaran Alqur’an Metode An-Nahdliyah Antara Lembaga Formal dan TPQ

Tulungagung – PC LP Ma’arif NU Tulungagung menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Success Story Implementasi Kebijakan Pembelajaran Al-Qur’an Metode An-Nahdliyah pada Satuan Pendidikan Dasar pada Rabu, 04 Maret 2026, bertempat di Aula PC LP Ma’arif NU Tulungagung. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari jenjang TK/RA hingga SMA/MA/SMK di bawah naungan LP Ma’arif NU Tulungagung.

Acara ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Suminto, M.Pd.I., Sekretaris PC LP Ma’arif NU Tulungagung, dan Malik Syaifudin, M.Pd.I., Kepala MI Mambaul ‘Ulum Buntaran Rejotangan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendiseminasikan praktik baik (success story) sekaligus memperkuat implementasi kebijakan pembelajaran Al-Qur’an dengan Metode An-Nahdliyah di lingkungan satuan pendidikan Ma’arif.

Dalam pemaparannya, Dr. Suminto menegaskan bahwa kebijakan pembelajaran Al-Qur’an Metode An-Nahdliyah yang diterapkan di lingkungan LP Ma’arif NU Tulungagung dirancang sebagai kebijakan yang bersifat win-win solution. Kebijakan ini menitikberatkan pada sinergi antara lembaga pendidikan formal dengan TPQ yang berada di bawah koordinasi PC LP Ma’arif NU Tulungagung.

“Pembelajaran Al-Qur’an di lembaga formal tidak mengambil alih fungsi TPQ yang selama ini telah melaksanakan pembelajaran setiap hari. Justru yang dibangun adalah kolaborasi dan penguatan bersama,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa peserta didik yang berada di lembaga formal tetap diwajibkan mengikuti pembelajaran di TPQ sebagaimana biasanya. Kehadiran serta hasil evaluasi pembelajaran di TPQ kemudian direkognisi dan diintegrasikan menjadi bagian dari rapor pembelajaran Al-Qur’an di lembaga formal. Dengan demikian, tidak terjadi tumpang tindih peran, melainkan pembagian tugas yang saling melengkapi.

Sementara itu, Malik Syaifudin selaku Kepala MI Mambaul Ulum, Buntaran, Kec. Rejotangan membagikan pengalaman implementasi kebijakan tersebut di tingkat Madrasah Ibtidaiyah. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh komunikasi dan koordinasi yang intensif antara pihak sekolah dan pengelola TPQ. Evaluasi rutin, pendataan kehadiran, serta monitoring capaian belajar menjadi kunci utama dalam memastikan mutu pembelajaran Al-Qur’an tetap terjaga.

“Kami memastikan bahwa sekolah dan TPQ berjalan beriringan. Sekolah mendukung administrasi dan penguatan kebijakan, sedangkan TPQ tetap menjadi pusat pembelajaran Al-Qur’an harian bagi siswa,” ujarnya.

Melalui diseminasi ini, diharapkan seluruh satuan pendidikan di bawah LP Ma’arif NU Tulungagung semakin mantap dalam mengimplementasikan kebijakan pembelajaran Al-Qur’an Metode An-Nahdliyah secara terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan. Sinergi antara lembaga formal dan TPQ diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam literasi dan karakter Qur’ani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *