Tulungagung – Program Seminar Tadarus Ma’arif yang diselenggarakan oleh LP Ma’arif NU Kabupaten Tulungagung resmi ditutup pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kegiatan penutup berlangsung di Aula PC LP Ma’arif NU Tulungagung dengan menghadirkan narasumber Ahmad Natsir, M.Ag, dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Pada sesi terakhir ini, Ahmad Natsir menyampaikan materi bertajuk “Yang Bebas dan Yang Terbatas: Metode Pendidikan Anak Ala Nabi Muhammad.” Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pendidikan anak dalam perspektif Islam menekankan keseimbangan antara memberikan kebebasan kepada anak untuk berkembang dan memberikan batasan yang jelas melalui nilai, adab, serta keteladanan.
Menurutnya, metode pendidikan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW menempatkan kasih sayang, dialog, dan keteladanan sebagai pendekatan utama dalam membentuk karakter anak. Guru dan orang tua perlu memahami bahwa kebebasan yang diberikan kepada anak harus tetap berada dalam koridor nilai-nilai agama dan moral agar perkembangan kepribadian anak dapat berjalan secara optimal.
Program Tadarus Ma’arif sendiri merupakan rangkaian seminar pendidikan yang dilaksanakan selama bulan Ramadhan, dimulai sejak 24 Februari hingga 7 Maret 2026. Selama pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang merupakan pakar di bidang pendidikan, manajemen pembelajaran, bimbingan konseling, hingga inovasi pembelajaran di sekolah dan madrasah.
Sesi penutup seminar ini diikuti oleh kepala sekolah dan guru dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU Tulungagung, mulai dari TK/RA, SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/MA/SMK. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung aktif selama pemaparan materi.
Ketua PC LP Ma’arif NU Tulungagung, Ahmad Supriyadi, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar program Tadarus Ma’arif ini mampu meningkatkan kompetensi dan wawasan para pendidik di lingkungan sekolah dan madrasah Ma’arif.
“Melalui kegiatan ini kami berharap para kepala sekolah dan guru dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat karakter peserta didik, serta mengembangkan metode pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan Tadarus Ma’arif menjadi ruang berbagi ilmu dan pengalaman antarpendidik, sekaligus sebagai upaya LP Ma’arif NU Tulungagung dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di lembaga pendidikan Ma’arif.
Dengan berakhirnya sesi seminar ini, rangkaian Program Tadarus Ma’arif 2026 resmi ditutup. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan kompetensi guru dan penguatan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah dan madrasah Ma’arif di Kabupaten Tulungagung.
