Tulungagung – Sebanyak 23 guru Al-Qur’an di TPQ Sobontoro resmi menyelesaikan Diklat Peningkatan Kualitas Guru Al-Qur’an Metode An-Nahdliyah dengan penuh semangat dan antusiasme. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar peningkatan mutu pengajaran Al-Qur’an yang terstandar dan berkelanjutan.
Diklat yang berlangsung intensif ini menitikberatkan pada tiga aspek utama, yakni standarisasi, kualitas, dan keterampilan mengajar. Pada aspek standarisasi, peserta dibekali pendalaman materi Jilid 1 hingga 6 serta penguasaan irama Nahawand sebagai ciri khas metode An-Nahdliyah. Sementara pada aspek kualitas, para peserta diuji kemampuan makhraj, tajwid, serta kefasihan (fashohah) dalam membaca Al-Qur’an.
Tidak hanya itu, peningkatan keterampilan juga menjadi perhatian utama dalam diklat ini. Peserta mengikuti praktik micro-teaching serta pelatihan manajemen kelas yang efektif, guna menunjang proses pembelajaran yang lebih optimal di TPQ masing-masing.
Diklat ini menghadirkan pemateri utama, Naimatul Azizah, yang merupakan Tutor Mabin Pusat An-Nahdliyah. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas bacaan dan konsistensi dalam mengajar Al-Qur’an sesuai dengan standar metode An-Nahdliyah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir guru-guru Al-Qur’an yang lebih kompeten, disiplin, dan profesional, serta mampu mencetak generasi Qur’ani dengan kualitas bacaan yang baik dan sanad yang terjaga.
Semangat metode An-Nahdliyah yang mengedepankan nilai “Semangat, Disiplin, dan Istiqomah” menjadi ruh dalam kegiatan ini. Harapannya, ilmu yang diperoleh para peserta dapat memberikan manfaat luas dan membawa keberkahan, baik bagi guru maupun santri yang diajar.
