Tulungagung — Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Tulungagung kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Tadarus Ramadhan hari ketiga pada Kamis, 26 Februari 2026, dengan mengusung tema Computational Thinking. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelatihan intensif selama 10 hari yang berlangsung mulai 24 Februari hingga 7 Maret 2026, pukul 08.00–12.00 WIB, di Aula LP Ma’arif NU Tulungagung.
Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 50 guru RA/TK/MI/SD/MA/SMA/SMK di lingkungan LP Ma’arif NU Tulungagung. Materi computational thinking dinilai sangat relevan bagi guru di era digital, karena dapat membantu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berpikir logis, sistematis, dan memecahkan masalah. Dengan kompetensi tersebut, guru diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran serta menyiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan.

Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Uswatun Hasanah, Koordinator Program Studi PGMI FTIK UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang memaparkan konsep dasar hingga implementasi computational thinking dalam kurikulum pendidikan. Ia menekankan bahwa pendekatan ini tidak hanya terkait teknologi, tetapi juga cara berpikir terstruktur yang dapat diterapkan pada berbagai mata pelajaran.
Kegiatan pelatihan dipandu oleh moderator Dr. Samsul Rifa’i, Wakil Ketua Bidang TPQ LP Ma’arif NU Tulungagung, serta didampingi Nur Mardiyah, Wakil Ketua Bidang RA/TK. Pada sesi hari ketiga ini, peserta tidak hanya menerima paparan materi, tetapi juga melakukan praktik penerapan konsep computational thinking dalam perencanaan pembelajaran.
Melalui pelatihan berkelanjutan ini, LP Ma’arif NU Tulungagung berharap para guru mampu mengintegrasikan pendekatan computational thinking dalam pembelajaran di kelas sehingga tercipta proses belajar yang lebih kreatif, inovatif, dan berorientasi pada penguatan keterampilan abad ke-21.
