Sinergi PC LP Ma’arif NU Tulungagung dan Dirjen Pendis Kemenag RI Dalam Mewujudkan Pendidikan Berbasis Rahmah, Religius, dan Berkeadaban

Tulungagung – Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Tulungagung menggelar acara “Penguatan Tata Kelola Sekolah/Madrasah LP Ma’arif NU Tulungagung dalam Rangka Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Menumbuhkan Karakter Humanis, Religius, dan Berkeadaban” sebagai upaya mempererat silaturrahim sekaligus memperkuat kelembagaan satuan pendidikan Ma’arif di wilayah Tulungagung. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 17 Januari 2026 di Aula PCNU Tulungagung, Jl. Patimura II/9 Gedangsewu, Boyolangu, Tulungagung.

Pelaksanaan agenda dimulai pukul 13.00 WIB dan berakhir pukul 16.45 WIB. Adapun peserta yang hadir terdiri dari Pengurus Harian PC LP Ma’arif NU Tulungagung, Kepala MA/SMA/SMK, Kepala RA/TK, serta Kelompok Kerja Guru (KKG) Tulungagung 0013 dan Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Tulungagung 0005 dengan total 225 peserta.

Kegiatan ini turut dihadiri tamu undangan VIP yakni Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Ag., Rois Syuriah PCNU Tulungagung KH. Muhson Hamdani, M.Sy., Ketua Tanfidziyah PCNU Tulungagung Dr. KH. Bagus Achmadi, M.Sy., M.Pd.I, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung H. M. Afif Fauzi, M.Pd.I, Ketua PC LP Ma’arif NU Tulungagung Dr. Ahmad Supriyadi, M.Pd.I, Plt. Kasi Pendma Dr. Ahmad Muhsin, M.Pd.I, Pengawas Dr. H. Asrori Mustofa, M.Ag dan Hj. Nuriyah, M.Pd.I, serta Ketua KKM 005 Irawan Abdulloh, M.Pd.I.

Sekitar pukul 14.00 WIB acara dibuka oleh MC, Nur Cholifah, M.Pd.I dilanjutkan prosesi menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars Hizbul Wathon, dan Mars LP Ma’arif NU. Setelah pembukaan dilanjutkan dengan pembacaan Surah Al-Fatihah dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadzah Nanik Imroatin sebagai wujud doa dan harapan agar kegiatan membawa keberkahan dan kemanfaatan bagi pendidikan ke-Ma’arif-an.

Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua PC LP Ma’arif NU Tulungagung Dr. Ahmad Supriyadi, M.Pd.I yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan menginformasikan bahwa sebagian besar guru di wilayah PC LP Ma’arif NU Tulungagung merupakan alumni Diklat KBC (Kurikulum Berbasis Cinta). Dalam kesempatan tersebut beliau juga mohon doa restu atas rencana supervisi PC LP Ma’arif NU Tulungagung ke TPQ An Nahdliyah se-Tulungagung serta menyampaikan penghargaan atas dedikasi para guru dan kepala madrasah/sekolah.

Sambutan kedua disampaikan Ketua Tanfidziyah PCNU Tulungagung Dr. KH. Bagus Achmadi, M.Sy., M.Pd.I yang menegaskan bahwa Rasulullah SAW mendidik umat dengan cinta, bukan dengan kekerasan. Menurutnya, pendidikan berlandaskan rahmah merupakan dasar bagi KBC sebagaimana KH. Hasyim Asy’ari mengembangkan NU dengan fondasi Mahabbah wal Rahmah. Rahmah guru kepada murid bahkan tercermin dalam kebiasaan sebagian ulama yang membacakan Surah Al-Fatihah untuk murid-muridnya setelah shalat maktubah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung H. M. Afif Fauzi, M.Pd.I dalam sambutannya menjelaskan struktur, peran, dan tugas bidang-bidang di bawah Kementerian Agama yang tidak hanya menaungi agama Islam, tetapi juga menjaga kerukunan antaragama di Indonesia. Beliau menambahkan bahwa guru harus menanamkan cinta sesama sekaligus cinta alam melalui praktik merawat lingkungan serta menyampaikan sesuatu dari hati agar mudah menyentuh hati peserta didik.

Selanjutnya Rois Syuriah PCNU Tulungagung KH. Muhson Hamdani, M.Sy. menyampaikan tausyiah yang menekankan bahwa Tulungagung harus mampu memanfaatkan keberadaan Dirjen Pendis Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Ag., yang merupakan putra daerah Tulungagung, sebagai pemacu perkembangan pendidikan daerah. Menurut beliau, guru terbaik adalah guru yang mampu membuka hati murid sehingga membentuk karakter dan pribadi yang lebih baik serta menjadi sumber hikmah bagi murid-muridnya.

Acara puncak berlangsung sekitar pukul 16.45 WIB oleh Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Ag. yang menyampaikan bahwa dalam pendidikan terdapat keterkaitan antara input, proses, dan output. KBC bertujuan membentuk pribadi yang hidup penuh cinta serta mengembalikan pendidikan kepada fitrahnya yang rahim. Beliau menegaskan bahwa proses pendidikan harus dimulai dari cinta seorang guru terhadap profesinya dan dirinya sendiri. Beliau juga mengungkapkan bahwa berdasarkan mapping Kemenag, guru Pendidikan Agama Islam yang mahir baca tulis Al-Qur’an masih di bawah 30%, sehingga seleksi guru wajib mempertimbangkan kompetensi tersebut.

Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Ag. menutup paparannya dengan menjelaskan bahwa guru adalah figur pembelajaran bagi murid baik melalui aktivitas mengajar maupun perilaku sehari-hari. Riset menunjukkan bahwa sumber belajar teratas saat ini berasal dari internet, sehingga KBC perlu mengembalikan peran guru sebagai pembawa rahmah bagi murid termasuk menanamkan kecintaan terhadap lingkungan. Kegiatan ditutup dengan doa oleh KH. Muhson Hamdani, M.Sy. pada pukul 16.45 WIB.

Kontributor: Ali Mas’ud, S.Pd.I

One thought on “Sinergi PC LP Ma’arif NU Tulungagung dan Dirjen Pendis Kemenag RI Dalam Mewujudkan Pendidikan Berbasis Rahmah, Religius, dan Berkeadaban”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *