Tulungagung – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Tulungagung melalui Bidang TPQ An-Nahdliyah menggelar Sosialisasi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Metode An-Nahdliyah pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Ma’dinul ‘Ulum, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung ini menjadi langkah awal dalam memperkuat pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan pendidikan formal berbasis Nahdlatul Ulama.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua LP Ma’arif NU Tulungagung Bidang TPQ An-Nahdliyah, Dr. Samsul Rifai, M.Pd.I., didampingi jajaran koordinator serta anggota Bidang TPQ An-Nahdliyah Kabupaten Tulungagung. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Ma’dinul ‘Ulum, KH. Ali Maqdum, beserta keluarga besar pesantren dan seluruh jajaran pendidik dari unit pendidikan formal di bawah naungan yayasan, mulai jenjang RA, MI, hingga MTs.
Dalam sambutannya, KH. Ali Maqdum menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya, pembelajaran Al-Qur’an yang terstruktur dan sistematis merupakan kebutuhan penting bagi lembaga pendidikan formal agar peserta didik memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an secara benar sejak dini.
“Kami berharap melalui Metode An-Nahdliyah ini, seluruh jajaran pendidikan formal di unit RA, MI, hingga MTs dapat bersama-sama membumikan bacaan Al-Qur’an yang baik, benar, serta sesuai kaidah tajwid khas Nahdlatul Ulama,” ujar KH. Ali Maqdum.
Sementara itu, Dr. Samsul Rifai, M.Pd.I., menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan tahapan awal sebelum dilaksanakannya Diklat Metode An-Nahdliyah secara resmi bagi para ustaz dan ustazah. Menurutnya, metode tersebut telah terbukti efektif dan sistematis dalam membentuk kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil, terukur, sekaligus menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah kepada peserta didik.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan implementasi Metode An-Nahdliyah sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya pendidik. Oleh karena itu, pelaksanaan diklat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi guru Al-Qur’an agar mampu memberikan pembelajaran yang berkualitas dan berkesinambungan di lembaga pendidikan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, LP Ma’arif NU Tulungagung berharap seluruh tenaga pendidik di lingkungan Pondok Pesantren Ma’dinul ‘Ulum Campurdarat semakin siap mengikuti tahapan diklat lanjutan. Dengan demikian, implementasi Metode An-Nahdliyah dapat berjalan optimal sebagai ikhtiar bersama dalam mencetak generasi Qur’ani yang cinta, fasih, dan berakhlak mulia sesuai nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
