AKSELERASI TRANSFORMASI PENDIDIKAN: PC LP MA’ARIF NU TULUNGAGUNG GELAR SERIAL TADARUS RAMADHAN 1447 H

TULUNGAGUNG – Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan (PC LP) Ma’arif NU Tulungagung resmi memulai rangkaian kegiatan ilmiah bertajuk “Tadarus Ramadhan”. Agenda yang dirancang sebanyak 10 sesi ini menjadi langkah strategis organisasi dalam memperkokoh marwah sekaligus mempertegas arah pendidikan Nahdlatul Ulama di tengah arus modernisasi.

Sesi perdana yang berlangsung pada Selasa (24/2/2026) di Aula PC LP Ma’arif NU Tulungagung (depan Kodim Tulungagung) ini, membedah tema krusial: “Strategi Pengajaran Sosial Emosional dengan Model CASEL untuk Mewujudkan Iklim Belajar Sesuai Standar Nasional”.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas musiman, melainkan manifestasi dari visi besar Transformasi Pendidikan Ma’arif NU Berbasis Nilai Keislaman, Kecerdasan Holistik, dan Keberlanjutan. Dengan menghadirkan delegasi satu orang guru dari setiap jenjang MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA/SMK se-Kabupaten Tulungagung, acara ini menjadi ajang konsolidasi intelektual terbesar bagi pendidik Ma’arif di bulan suci.

Menghadirkan narasumber otoritatif, Erifa Susilo, M.Pd.—Dosen FTIK UIN SATU Tulungagung yang juga menjabat sebagai Asesor BAN PDM Jatim serta Asesor GTK Kemendikdasmen—sesi pertama ini fokus pada penguatan kompetensi sosial emosional pendidik.

Erifa memaparkan bahwa model CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning) sangat relevan untuk menciptakan ekosistem belajar yang sehat. “Guru harus mampu mengelola aspek sosial-emosional siswa agar tercipta iklim belajar yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga matang secara karakter sesuai Standar Nasional Pendidikan,” tegasnya.

Acara yang berlangsung gayeng mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini dipandu oleh duet moderator Laili Nur Mardiyah, M.Pd.I. dan Nihayatul Masruroh, S.Pd., yang berhasil menghidupkan suasana diskusi dua arah antara pemateri dan para peserta.

Ketua PC LP Ma’arif NU Tulungagung, Dr. Ahmad Supriyadi, M.Pd.I., secara terpisah menyampaikan urgensi regenerasi metodologi mengajar di lingkungan Ma’arif. Beliau berharap melalui serial Tadarus Ramadhan ini, para pendidik mampu menyerap ilmu secara komprehensif untuk kemudian diimplementasikan di lembaga masing-masing.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi pemantik transformasi nyata. Guru Ma’arif tidak boleh tertinggal dalam inovasi pedagogik. Dengan Tadarus Ramadhan, kita mengasah kecerdasan holistik agar pendidikan kita tetap relevan, berkelanjutan, dan tetap berpijak pada nilai-nilai luhur keislaman,” ujar Dr. Ahmad Supriyadi.

Program ini akan terus bergulir dengan tema-tema yang berbeda di setiap sesinya, mencakup isu-isu literasi, digitalisasi pendidikan, hingga penguatan ideologi Aswaja di era modern. Dengan sistem delegasi satu guru per lembaga, diharapkan virus transformasi ini dapat tersebar merata ke seluruh satuan pendidikan Ma’arif di Tulungagung. Melalui sinergi antara nilai pesantren dan metodologi pendidikan modern, PC LP Ma’arif NU Tulungagung optimis mampu menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi emas yang moderat dan kompetitif.

Kontributor: Suminto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *