Ketua Mabin Pusat An-Nahdliyah Tegaskan Tidak Ada Perubahan Tentang Metode An-Nahdliyah dalam Forum Musyawarah ‘Ammah Mabin Langitan Tuban

Langitan, Tuban – Ahad, 27 Juli 2025 — Forum Musyawarah ‘Ammah Majelis Pembina (Mabin) An-Nahdliyah Langitan Tuban yang digelar di Kantor Mabin An-Nahdliyah Pondok Pesantren Langitan, Tuban, menjadi momentum penting dalam penguatan arah dan keberlanjutan metode An-Nahdliyah. Musyawarah yang diselenggarakan setiap tiga tahun ini tidak hanya bertujuan untuk memilih pimpinan baru, tetapi juga menjadi forum strategis dalam membahas isu-isu krusial seputar metode pembelajaran Al-Qur’an An-Nahdliyah.

Acara ini dihadiri langsung oleh para tokoh sentral Pondok Pesantren Langitan, di antaranya Pengasuh PP Langitan KH. Abdullah Habib Faqih (Gus Dulloh), Agus H. Habibulloh Sholih, Lc, dan Agus H. Muhammad Ahmad Alawi, M.Pd. Suasana musyawarah berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, dengan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai Koordinator Kecamatan (Kortan) di bawah pembinaan Mabin Langitan Tuban.

Dalam sambutan dan tausiahnya, KH. Abdullah Habib Faqih menekankan pentingnya niat yang lurus dalam berkhidmah.

“Berkah bisa dipetik dari khidmah, dan khidmah adalah inti dari segala kemanfaatan. Terlebih jika khidmah itu untuk Al-Qur’an, maka keberkahannya akan luar biasa. Apapun yang berhubungan dengan Al-Qur’an menjadi istimewa. Makkah menjadi mulia karena tempat turunnya Al-Qur’an, Jibril menjadi sayyidul malaikat karena menjadi perantara wahyu, dan Ramadhan menjadi agung karena menjadi bulan diturunkannya Al-Qur’an,”

dawuh beliau penuh makna, mengutip ajaran ayahanda beliau, KH. Abdullah Faqih.

Menanggapi berbagai isu dan dinamika seputar metode An-Nahdliyah belakangan ini, Ketua Mabin Pusat An-Nahdliyah, Dr. Ahmad Supriyadi, M.Pd.I., memberikan klarifikasi tegas.

“Kami sekali lagi menegaskan bahwa tidak ada perubahan pada metode An-Nahdliyah. Metode ini tetap seperti dulu memakai ketukan mulai jilid 1 smapai 6, sebagaimana diwariskan oleh muassisnya, KH. Munawwir Kholid. Prinsip-prinsip dan susunan pembelajaran tetap utuh, tanpa modifikasi,”

Ungkap pria yang juga dosen di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung ini.

Pernyataan ini disampaikan untuk menepis berbagai spekulasi yang berkembang di kalangan internal maupun eksternal lembaga, terkait kemungkinan adanya revisi atau pengembangan metode. Dr. Supriyadi menegaskan bahwa konsistensi metode adalah bagian dari menjaga kemurnian dan keberkahan warisan para ulama.

Musyawarah ‘Ammah Mabin Langitan Tuban ini ditutup dengan doa bersama dan tekad kuat seluruh peserta untuk terus menjaga, mengembangkan, dan mengamalkan metode An-Nahdliyah dalam membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat, dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keikhlasan dan khidmah kepada Al-Qur’an sebagaimana diajarkan para masyayikh Langitan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *