KHUTBAH JUMAT : DUKA PALESTINA, DUKA KITA BERSAMA

DUKA PALESTINA, DUKA KITA BERSAMA

Oleh: Dr. Mohammad Da’i Robby, M.Ud.
Ketua PC LTMNU Tulungagung

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

وَقَالَ اللهُ تَعَالَى:

وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِيْنِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيْلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًا

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Mengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi sekaligus kepada kita semua untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala, dengan senantiasa berupaya melakukan semua kewajiban dan meninggalkan semua larangan.

Hadirin rahimakumullah,

Hari ini, saudara kita di Palestina sedang mengalami ujian perang yang memilukan, tragedi kemanusiaan di Palestina merupakan tanggung jawab warga dunia, terlebih umat Islam. Kenapa? Karena Palestina merupakan wajah umat Islam itu sendiri.

Bagaimana tidak, umat Islam memiliki sejarah panjang yang menjadikan Palestina senantiasa bersemayam di hati setiap Mukmin.

Pertama, karena di Palestina terdapat Masjid al-Aqsha, masjid tertua di dunia setelah Masjid al-Haram. Masjid al-Aqsha yang berada di kota Baitul Maqdis, pernah menjadi kiblat shalat selama tujuh belas bulan setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berhijrah dari Makkah ke Madinah.

Kedua, Masjid al-Aqsha adalah titik awal perjalanan Mi’raj. Merupakan salah satu mukjizat terbesar Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ketiga, Palestina merupakan negeri para nabi dan rasul. Banyak sekali para nabi dan rasul yang pernah tinggal dan berdakwah menyebarkan Islam di sana. Di antaranya adalah Nabi Ibrahim, Nabi Ya’qub, Nabi Yusuf, Nabi Luth, Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, Nabi Zakariyya, Nabi Yahya, Nabi ‘Isa dan nabi-nabi yang diutus oleh Allah untuk Bani Israil yang jumlahnya sangat banyak.

Keempat, Palestina adalah bagian dari daratan Syam yang didoakan berkah oleh Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam doanya:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا

“Ya Allah, berkahilah negeri Syam dan Yaman.”

Kelima, banyak sekali para sahabat dan ulama yang pernah berdakwah dan menyebarkan Islam di sana. Di antara para sahabat adalah ‘Ubadah bin ash-Shamit, Syaddad bin Aus, Usamah bin Zaid bin Haritsah, Watsilah bin al-Asqa’, Dihyah al-Kalbiy, Aus bin ash-Shamit, Mas’ud bin Aus dan masih banyak lagi yang lain.

Adapun ulama yang tercatat lahir atau pernah tinggal di Palestina adalah Imam Malik bin Dinar, Imam Sufyan ats-Tsauri, Imam Ibnu Syihab az-Zuhri, Imam asy-Syafi’i, dan masih banyak lagi yang lain.

Hadirin rahimakumullah,

Apa yang dapat kita lakukan untuk saudara-saudara kita di Palestina? Kita tidak boleh hanya berpangku tangan.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 10:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati.”

Duka Palestina adalah duka kita semua. Atas nama kemanusiaan dan sebagai sesama umat Islam, kita harus ikut membantu mengatasi krisis kemanusiaan di Palestina, ini merupakan ujian ukhuwah islamiyah kita. Tentunya kita membantu sesuai dengan kemampuan kita masing-masing.

Bantuan bisa kita wujudkan dalam bentuk moril berupa mendoakan saudara kita di Palestina. Doa yang kita panjatkan kepada Allah lebih khusus dengan melakukan Qunut Nazilah yang telah disyariatkan dalam Islam. Rasulullah saw pernah melakukan Qunut Nazilah selama sebulan ketika kehilangan para sahabatnya di Bi’r Mu’anah.

Atau bantuan berupa materiil untuk mengurangi penderitaan yang dialami oleh rakyat Palestina. Bagi yang memiliki harta, bantuan bisa diwujudkan dengan mendonasikan sebagian hartanya, kemudian mengajak saudara-saudaranya berdonasi lewat media perkumpulan, majelis ataupun masjid-musola kemudian disalurkan melalui badan yang kredibel.

Kita masifkan kegiatan donasi ke Palestina sebagai perwujudan ukhuwah islamiyah dan ukhuwah basyariyah. Persaudaraan sesama muslim dan persaudaraan sesama umat manusia.

Semoga sedikit uluran tangan dari kita bisa meringankan penderitaan saudara kita di Palestina.

Hadirin rohimakumullah,

Demikian khutbah singkat pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga bermanfaat dan membawa barakah bagi kita semua.

Dan kita doakan saudara kita yang ada di Palestina semoga senantiasa diberikan kemuliaan di sisi Allah SWT. Amin.

Penutup Khutbah I

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلَى رِضْوَانِهِ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ…

Kemudian dilanjutkan dengan ayat perintah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ:

إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ…

Dilanjutkan dengan shalawat kepada para nabi, rasul, malaikat, serta para sahabat Nabi, khususnya Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali radhiyallahu ‘anhum, kemudian kepada para sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in.

Kemudian doa:

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيَّةَ، وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

Kemudian memohon kepada Allah agar dijauhkan dari berbagai bala, wabah, gempa, fitnah dan berbagai keburukan yang tampak maupun tersembunyi:

اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتْنَةِ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ الْبُلْدَانِ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

Dilanjutkan doa:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.

Kemudian ditutup dengan ayat:

إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

وَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.

Dokumen ini diterbitkan oleh Pengurus Cabang LTMNU Kabupaten Tulungagung, dengan Dr. Mohammad Da’i Robby, M.Ud. sebagai penulis, Komarodin, M.Pd.I. sebagai pentashih, Komari, S.HI, M.Sy sebagai editor, dan M. Khusnul Qulub, S.Pd.I. sebagai layout.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *