Ahad (24/8/2025), suasana penuh khidmat menyelimuti halaman TPQ An Nahdliyah Roudlotul Falah, Dusun Ngebrugan, Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, Tulungagung. Sebanyak 65 santri mengikuti Munaqosah Khatam Al-Qur’an 30 juz, sebuah ujian akhir membaca tartil sebelum santri dikukuhkan dalam prosesi wisuda khatam Al-Qur’an. Acara ini menjadi momentum penting dalam perjalanan panjang para santri menapaki jalan istiqamah bersama Al-Qur’an.
Kegiatan resmi dimulai pukul 07.30 WIB, dibuka langsung oleh Ust. Fatih Indra Purnama, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau memberikan arahan serta motivasi kepada para peserta agar menjaga ketenangan dan kepercayaan diri saat menghadapi munaqosah.
“Santri harus sungguh-sungguh, disiplin, dan teliti dalam mengaji. Khatam bukan akhir, melainkan pintu awal untuk semakin mencintai Al-Qur’an,” pesannya penuh makna.
Sebelum masuk ke ujian inti, Tim Munaqis terlebih dahulu melakukan uji petik berupa hafalan do’a harian dan beberapa surat pendek yang sudah dipersiapkan sejak pra-munaqosah. Tahapan ini menjadi pemanasan sekaligus pengingat bagi santri bahwa bacaan Al-Qur’an harus terikat kuat dengan do’a-do’a harian dalam keseharian mereka.

Sebanyak tiga kelompok peserta kemudian dibagi dan diuji secara bergiliran oleh Tim Munaqis yang terdiri dari Ust. Imam Ghozali, M.Pd., Ust. Ali Mas’ud, S.Pd.I, dan Ust. Fatih Indra Purnama, M.Pd. Proses munaqosah berjalan dengan tertib dan lancar. Santri diuji ketepatan tajwid, kefasihan bacaan, serta kedisiplinan dalam mengikuti aturan tartil. Kegiatan berakhir pukul 10.30 WIB.
Setelah seluruh santri selesai melaksanakan munaqosah, rangkaian acara dilanjutkan dengan refleksi dan evaluasi bersama. Dipimpin oleh Ust. Ali Mas’ud, S.Pd.I, sesi ini mengajak santri untuk mereview pengalaman mereka, mengungkapkan perasaan selama ujian, serta memperbaiki kesalahan bacaan yang sempat muncul. Momen ini menjadi ruang belajar bersama yang penuh kehangatan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah antara Tim Munaqis, ustadz-ustadzah, dan para santri. Senyum lega dan kebanggaan tampak dari wajah santri. Munaqosah ini bukan hanya ujian akhir membaca, tetapi juga pengukuhan semangat santri untuk terus mencintai, menghidupi, dan menjaga Al-Qur’an sepanjang hayat.
Kontributor: Ali Mas’ud, S.Pd.I
Metode An-Nahdliyah: Semangat, Disiplin, Istiqomah, Semoga Mendapat Ilmu Manfaat dan Barokah! Amin

Metode An-Nahdliyah: Semangat, Disiplin, Istiqomah, Semoga Mendapat Ilmu Bermanfaat dan Barokah! Amin.