
Tulungagung, 29 Mei 2025 — Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (PC LP Ma’arif NU) Tulungagung melalui Bidang RA-TK sukses menyelenggarakan Pelatihan Desain Edukatif Berbasis Artificial Intelligence (AI) bagi guru RA dan TK di lingkungan Ma’arif NU. Kegiatan yang bertempat di Auditorium PC LP Ma’arif NU Tulungagung ini menjadi pelatihan perdana sebagai bagian dari implementasi program kerja masa khidmat 2024–2029.
Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Ketua PC LP Ma’arif NU Tulungagung, Dr. Ahmad Supriadi, M.Pd.I, dan dihadiri oleh jajaran pengurus harian, antara lain Nur Mardiyah, S.Pd., M.Pd.I, Mukhammad Ulil Albab, M.Pd, Nur Cholifah, M.Pd.I, Siti Kustiani, M.Pd., dan Anisa Sa’adah Wahyuningsih, M.Pd.I. Sebanyak 127 guru RA dan TK dari berbagai satuan pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU Tulungagung tercatat sebagai peserta.
Rangkaian Acara dan Tingginya Antusiasme Peserta
Acara diawali dengan pembukaan oleh Nihayatul Masyruroh, S.Pd, disusul menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Iva Nikmatul Khabibah, S.Pd.I. Sambutan panitia disampaikan oleh Nur Mardiyah, S.Pd, M.Pd.I, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang RA-TK. Secara resmi, kegiatan dibuka oleh Ketua PC LP Ma’arif NU, Dr. Ahmad Supriadi.
Meski digelar di hari libur, antusiasme peserta sangat tinggi. Bahkan, panitia terpaksa menutup pendaftaran karena keterbatasan kapasitas ruang dan fasilitas auditorium. Hal ini menjadi bukti nyata semangat para guru dalam menyambut perubahan dan transformasi digital pendidikan anak usia dini berbasis teknologi AI.
Dua Sesi Pelatihan: Teori dan Praktik Berbasis AI
Pelatihan ini menghadirkan narasumber utama Ahmad Mushlih, M.Pd., dosen PIAUD UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung sekaligus Koordinator Bidang Penjamin Mutu PC LP Ma’arif NU Tulungagung masa khidmat 2024–2029. Materi pelatihan dibagi menjadi dua sesi utama:
-
Sesi I: Pengenalan Alat AI dalam Desain Pembelajaran
Guru dikenalkan dengan berbagai alat berbasis AI yang dapat membantu merancang media ajar yang menarik dan efisien. Kompetensi yang ditargetkan meliputi:-
Pemahaman tentang perkembangan teknologi pembelajaran digital terkini;
-
Kemampuan mengevaluasi dan memilih alat AI yang sesuai kebutuhan;
-
Motivasi untuk terus mengembangkan kapasitas profesional secara mandiri.
-
-
Sesi II: Praktik Mandiri Membuat Media Pembelajaran Interaktif Berbasis AI
Peserta diberikan kesempatan untuk secara langsung membuat media pembelajaran digital dengan bimbingan narasumber. Hasil yang diharapkan dari sesi ini antara lain:-
Guru mampu menghasilkan media interaktif berbasis AI yang sesuai karakter anak usia dini;
-
Tumbuhnya keberanian guru untuk bereksperimen dan berinovasi;
- Terbentuknya pemahaman bahwa AI adalah mitra kerja pendidik, bukan pengganti guru.
-

Ahmad Mushlih, M.Pd. Memaparkan Materi Desaian Edukatif Berbasis AI
-
Mendorong Transformasi dan Penguatan Lembaga
Dalam sambutannya, Nur Mardiyah, S.Pd, M.Pd.I menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan menjadi sarana mendorong kreativitas guru dalam menciptakan media pembelajaran yang tidak hanya interaktif tetapi juga relevan dengan zaman. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial lembaga sebagai bagian dari strategi branding school.
Sementara itu, Dr. Ahmad Supriadi, M.Pd.I menegaskan pentingnya optimalisasi program-program yang telah masuk dalam rencana strategis (renstra) dan membuka ruang bagi kegiatan tambahan yang dianggap penting. Ia memperkenalkan konsep pelatihan efisien bertajuk NAPAD (Konsumsi Nasi Padang) sebagai simbol pelatihan sederhana namun berdampak besar.
Harapan Ke Depan: Sinergi dan Kepeloporan
Melalui pelatihan ini, LP Ma’arif NU Tulungagung meneguhkan komitmennya sebagai pelopor pendidikan anak usia dini berbasis nilai dan teknologi. Dengan guru-guru yang mampu memproduksi media digital sendiri, citra lembaga akan meningkat, kolaborasi antar lembaga akan terbangun, dan sinergi dengan institusi mitra seperti perguruan tinggi akan semakin kuat. Lebih jauh, pelatihan ini diharapkan menjadi batu loncatan menuju terciptanya ekosistem pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan spiritual sesuai dengan karakteristik Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi fondasi LP Ma’arif NU.

Kontributor: Suminto
