Sendang, Tulungagung — Ahad, 20 Juli 2025 bertepatan dengan 24 Muharram 1447 H, Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (PC LP Ma’arif NU) Tulungagung melaksanakan kegiatan Turba (Turun ke Bawah) di Masjid Besar Al-Huda, Kecamatan Sendang. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda strategis PC LP Ma’arif dalam memperkuat konsolidasi kelembagaan serta menyosialisasikan program-program unggulan pendidikan berbasis Ahlussunnah wal Jama’ah.
Hadir sebagai Tim Turba PC LP Ma’arif NU Tulungagung antara lain Dr. Suminto, M.Pd.I (Sekretaris PC), Imam Ghozali, M.Pd. (Koordinator Bidang TPQ), Fathul Arafat, M.Pd., dan Ali Mas’ud, S.Pd.I. Mereka disambut langsung oleh Ketua MWC LP Ma’arif NU Sendang Ahmad Ripangi, M.Pd.I bersama jajaran pengurus, kepala lembaga pendidikan formal, dan pengelola TPQ se-Kecamatan Sendang.
Acara dimulai pukul 09.30 WIB dengan pembukaan oleh MC. Miftachurrohmah, S.Pd. Dalam acara tersebut, Ketua MWC LP Ma’arif NU Sendang, Ahmad Ripangi, M.Pd.I menyampaikan terima kasih atas kunjungan tim Turba, serta memohon maaf atas keterlambatan dimulainya acara. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara MWC LP Ma’arif NU di tingkat kecamatan dengan dan PC LP Ma’arif NU di tingkat Kabupaten dalam membangun pendidikan NU yang berkualitas dan berkarakter.

Materi utama disampaikan oleh Dr. Suminto, M.Pd.I yang menyoroti pentingnya mendirikan lembaga pendidikan formal berbasis Nahdlatul Ulama di wilayah Kecamatan Sendang. Ia juga menyosialisasikan PGTPQ An-Nahdliyah (Pendidikan Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an) sebagai program kaderisasi guru TPQ yang dirancang sistematis melalui dua semester perkuliahan. Lulusan PGTPQ dapat melanjutkan ke PSQ (Program Sorogan Qur’an) untuk pendalaman materi lanjutan.
Menurutnya, metode An Nahdliyah yang dikembangkan oleh KH. Munawir Kholid — metode asli Tulungagung — saat ini sudah diterapkan tidak hanya di TPQ, namun juga di lembaga pendidikan formal hingga perguruan tinggi. Ia mengajak seluruh TPQ dan madrasah di Sendang untuk mulai mengadopsi sistem pengelolaan yang lebih terstruktur dan profesional, selaras dengan perkembangan zaman.
Imam Ghozali, M.Pd. turut menegaskan pentingnya penerapan metode An-Nahdliyah di seluruh TPQ milik warga Nahdliyin. Ia juga memperkenalkan dua program baru, yaitu TQA (Ta’limul Qur’an An Nahdliyah) untuk kalangan dewasa dan RQA (Roudlotul Qur’an Lil Athfal) untuk usia dini pra-TPQ. Keduanya menjadi bagian dari upaya LP Ma’arif NU dalam membumikan Al-Qur’an sejak usia dini hingga dewasa.
Sebagai bentuk komitmen pengembangan, Imam Ghozali menyampaikan informasi tentang pembangunan Gedung Mabin An Nahdliyah di NU Center Tulungagung. Pembangunan ini akan didukung melalui infaq kolektif dari seluruh santri TPQ An Nahdliyah di wilayah Tulungagung sebagai bentuk keterlibatan bersama dalam membangun pusat pendidikan Qur’ani berbasis Nahdliyin.
Acara Turba diakhiri pada pukul 11.15 WIB dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kyai Abdus Salam, Rois Syuriah MWCNU Sendang. Suasana penuh kehangatan dan semangat gotong royong tampak mewarnai seluruh rangkaian acara.
Dengan kegiatan ini, PC LP Ma’arif NU Tulungagung berharap terjadi percepatan transformasi sistem pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an di seluruh wilayah Kecamatan Sendang. Turba bukan hanya menjadi ajang tatap muka, tetapi momentum konsolidasi gerakan pendidikan yang bermakna dan berkelanjutan.
Kontributor: Ali Mas’ud, S.Pd.I
