TULUNGAGUNG – Menjelang pengujung bulan Februari, Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Tulungagung menggelar agenda strategis bertajuk Rapat Koordinasi dan Buka Puasa Bersama, bertempat di Aula PC LP Ma’arif NU Tulungagung, Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 6 Tulungagung. Acara ini menjadi momentum penguatan struktural dan spiritual bagi ratusan penggerak pendidikan Nahdlatul Ulama se-Kabupaten Tulungagung, Jumat (27/2/2026).
Hadir dalam agenda tersebut jajaran pimpinan PCNU Tulungagung, di antaranya Rais Syuriyah KH. Muhson Hamdani, M.Sy., Wakil Ketua PCNU H. Kozin, M.Pd.I., serta Sekretaris PCNU Prof. Dr. H. Asrop Syafi’i, M.Ag. Pertemuan ini melibatkan seluruh pengurus PC LP Ma’arif, Ketua MWC LP Ma’arif tingkat kecamatan, kepala sekolah/madrasah dari jenjang RA hingga SMA/SMK, hingga para Direktur PGTQ An Nahdliyah, dan Ustadz/h BTQ An-Nahdliyah.
Fokus pada Kelengkapan Administrasi dan Pendampingan
Acara yang dipandu oleh Sekretaris PC LP Ma’arif, Dr. Suminto, M.Pd.I., diawali dengan rapat koordinasi internal. Ketua PC LP Ma’arif NU Tulungagung, Dr. Ahmad Supriyadi, M.Pd.I., dalam sambutannya menekankan bahwa tertib administrasi adalah fondasi kemajuan lembaga.
“Kami menekankan pentingnya pendataan dan kelengkapan administrasi bagi seluruh lembaga di bawah naungan Ma’arif, khususnya lembaga non-formal seperti TPQ An-Nahdliyah. Pengurus MWC harus berkomitmen penuh melakukan pendampingan dan supporting bagi perkembangan lembaga pendidikan di wilayah kecamatan masing-masing,” tegas Dr. Ahmad Supriyadi.
Mendorong Kolaborasi Strategis
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris PCNU Tulungagung, Prof. Dr. H. Asrop Syafi’i, M.Ag., mengingatkan bahwa di era disrupsi, LP Ma’arif tidak bisa bergerak sendirian. Beliau mendorong adanya perluasan kerja sama (MoU) dengan berbagai pihak.
“Sebagai lembaga yang membidangi pendidikan, LP Ma’arif harus proaktif meningkatkan kolaborasi dengan stakeholder, baik instansi pemerintah maupun non-pemerintah. Ini adalah kunci demi kemajuan kualitas pendidikan kita,” ujar Prof. Asrop.
Manajemen Transformatif dan Berpikir ‘Nubuwah’
Puncak acara diisi dengan Mauidzah Hasanah oleh Rais Syuriyah PCNU Tulungagung, KH. Muhson Hamdani, M.Sy. Di hadapan para pendidik, beliau mengajak untuk merefleksikan kembali niat perjuangan di bulan suci Ramadhan ini dengan pola pikir Nubuwah (kenabian). Beliau memaparkan bahwa pengelolaan organisasi dan sekolah/madrasah harus menerapkan dua prinsip utama, yaitu 1. Manajemen Transformatif: Berani melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dan mampu beradaptasi dengan tantangan zaman. 2. Manajemen Profetik: Gaya kepemimpinan yang meneladani sifat-sifat kenabian, yang memadukan profesionalisme dengan integritas spiritual.
“Dengan manajemen yang transformatif dan profetik, lembaga pendidikan Ma’arif akan tetap eksis, adaptif, dan dinamis, baik secara kuantitas maupun kualitas,” tutur KH. Muhson Hamdani.
Rangkaian acara yang dimulai pukul 16.00 WIB ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh K. Murtadlo, BA., dan dilanjutkan dengan ramah tamah serta buka puasa bersama, memperkuat tali silaturahmi antar penggerak pendidikan Ma’arif di Tulungagung.ـ

Kontributor: Suminto
